Demokrat Sedari Mula
H. Teuku Riefky Harsya, M.T. (Sekretaris Jenderal Partai Demokrat)Nama Teuku Riefky Harsya tidak asing lagi di telinga warga Aceh.
Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1972 ini sudah empat kali duduk sebagai Anggota DPR RI mewakili masyarakat Aceh. Selain itu, Teuku Riefky Harsya juga satu-satunya politikus yang secara berturut berhasil meraih suara terbanyak di Aceh dalam tiga kali Pemilu Legislatif.
Riefky merupakan putra dari pasangan Teuku Syahrul Mudalam dan Pocut Haslinda Azwar.
Ayahnya salah seorang pendiri HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sekaligus politikus Partai Golkar. Sementara, ibunya merupakan penulis buku Sejarah Islam Melayu-Nusantara.
Sekolah Militer hingga Pebisnis
Teuku Riefky Harsya menempuh sekolah militer di Amerika, jadi pebisnis kemudian empat kali duduk sebagai Anggota DPR RI mewakili masyarakat Aceh.
Riefky merupakan cucu Letkol. Teuku Abdul Hamid Azwar dan Cut Nyak Keumala Putri.
Kakeknya merupakan pendiri API (Angkatan Pemuda Indonesia), sebuah embrio TNI di Aceh.
Bersama rekan-rekannya, sang kakek pernah menghancurkan satu batalyon tentara Jepang di Krueng Panjoe, Langsa, Aceh Timur.
Kakek dan nenek Riefky Harsya turut menyumbangkan emasnya untuk membeli sebuah pesawat udara jenis Avro Anson RI 004 yang kemudian jatuh di Malaysia dan menewaskan Marsekal Muda Abdul Halim Perdanakusuma.
Pada tahun 2000, atas jasanya kepada negara, Cut Nyak Keumala Putri dianugerahi Bintang Mahaputra Nararya oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
Terinspirasi sang kakek, Riefky menempuh pendidikan sebagai taruna di Norwich University, Amerika Serikat, jurusan Mass
Communication.
.
Namun tawaran dari Danjen Kopassus ketika itu agar ia masuk
menjadi anggota TNI kemudian ditolaknya.
Riefky lalu melanjutkan Pendidikan S2 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Sebelum aktif di dunia politik, Riefky
menekuni dunia usaha. Puncak kariemya menjadi Presiden Direktur salah satu hotel bintang 4 di Jakarta Selatan.
Riefky menikah dengan Dr. Ir. Adinda Yuanita, MT. Mereka dianugerahi tiga putera dan satu puteri.
Selain menjadi pengusaha, Adinda juga aktif di Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Fraksi Demokrat DPR RI.
Karier politik Riefky dimulai ketika bergabung dalam Relawan SBY di tahun 2000. Ia turut mengumpulkan KTP pendirian Partai Demokrat (2001), selanjutnya aktif dalam kepengurusan DPC Partai Demokrat di Jakarta Pusat (2002-2005).
Selama 15 tahun terakhir (2005-2020), Riefky berproses dari berbagai jabatan yang berjenjang dari bawah hingga berbagai jabatan strategis di DPP Partai Demokrat.
Generasi Awal Demokrat
Riefky pernah menjabat Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, dan Wakil Komandan I Kogasma (Komando Satuan Tugas Bersama) di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.
Di legislatif, kiprah awal Riefky dimulai ketika menjadi pengganti antar waktu (PAW) periode 2004-2009. Ia menggantikan Almarhum Prof. Rusly Ramli.
Amanah yang diemban tersebut tidak disia-siakannya. Riefky terlibat
aktif mengawal perdamaian dan pembangunan Aceh.
Mulai dari membahas UU 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, pengawas BRR NAD-Nias, hingga mendorong percepatan berbagai program Pemerintah Pusat di tanah Aceh.
Kini Riefky menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat periode 2020-2025.
Riefky berharap tanggung jawab barunya tersebut bisa membuatnya berbuat lebih banyak untuk Indonesia dan khususnya
untuk masyarakat Aceh.
(Disalin dari Demokrat Newsletter terbitan DPP Partai Demokrat)
