Kiprah Srikandi Demokrat


Hj. Vera Febyanthy, M.Si. (Anggota DPR-RI; Wakil Ketua Umum Partai Demokrat)

Vera Febyanthy merupakan salah seorang srikandi utama Partai Demokrat. la sudah terlibat aktif sejak masa pendirian Partai Demokrat. Berpengalaman sebagai anggota DPR selama tiga periode, Vera terkenal aktif dan kritis mengawal reformasi keuangan di Indonesia.

Vera Febyanthy lahir di Jakarta, 2 Februari 1971. Namanya tertera sebagai salah seorang dari 99 orang Pendiri Partai Demokrat pada 9 September 2001.

Ia memang terlibat aktif dalam pendirian Partai Demokrat. Vera berperan penting dalam menghimpun KTP para pendiri untuk pengurusan Akte Pendirian Partai Demokrat.

Ayahanda Vera, Ventje Rumangkang (Alm), juga merupakan salah seorang pendiri dan deklarator Partai Demokrat

Tidak Ada Jalan yang Lunak

Tak ada karpet merah. Langkah politik Vera di Partai Demokrat diawali dengan terlibat langsung dalam perjuangan memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2004.

Alhamdulillah, perjuangan Pro SBY-JK yang dilancarkan Vera dan para kader Demokrat mendapat restu dari rakyat Indonesia.

Pada 2006, Vera diamanahi tugas sebagai Ketua Departemen Pendidikan DPP Partai Demokrat. Kelak ia menjabat Sekretaris Departemen Keuangan DPP Demokrat, kemudian Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat. Saat ini Vera diamanahi oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Mewarisi Darah Politisi

Sepak terjang Vera Febyanthy di panggung politik tak terlepas dari darah politisi yang menderas dalam dirinya.

Sang ayah, Ventje Rumangkang yang memegang teguh motto "Hidup bukan demi diri sendiri, melainkan orang banyak" banyak menginspirasinya.

Bahkan sesungguhnya aktivisme politik sudah mendarah daging dalam keluarga Rumangkang. Nenek Vera merupakan pendukung Bung Karno dan simpatisan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Hal itu pula yang membantu Ventje mengenal sejumlah tokoh PNI di Jakarta, saat ia memutuskan pindah ke ibukota untuk melanjutkan pendidikan ke bangku SMA.

Pada 1956, Ventje tinggal di rumah
Sartono salah seorang pendiri PNI. Ventje banyak menyimak pemikiran Sartono yang nasionalis. Itulah awal pemahaman Ventje tentang dunia politik sesungguhnya.

Sayangnya, proses pendalaman politik di rumah Sartono harus terhenti akibat benturan ideologi antara Sartono dan Soekamo.

Ketika Sartono mengundurkan diri dari Ketua DPRGR, Ventje pun pindah.

Ia menumpang di rumah Suharko,temannya yang seorang pegawai Bea Cukai, di Jalan Madiun, Jakarta Pusat.

Sadar harus menghidupi kebutuhan secara mandiri, Ventje mulai meretas usaha ekspedisi. Setahun setelah putri kecilnya, Vera Febyanthy lahir, Ventje membeli dua kapal.

Setelah perusahaan ekspedisinya membesar, Ventje melakukan ekspansi ke beberapa bidang usaha, yang juga menuai sukses.

Aktif Berorganisasi

Selepas menempuh pendidikan dasar dan menengah, Vera lama bermukim di London Inggris. Bahkan putra kesayangannya lahir di negeri itu.

Selama bermukim di Inggris, Vera mengambil Communication Management, Pitman Central College London.

Episode kehidupan di Inggris membuat Vera kemudian menjadi Pendiri dan Bendahara London Club Alumni Society Jakarta pada 1994, serta anggota Indonesian Association of British Alumni (LABA) Indonesia sejak 1999.

Sekembali ke tanah air, Vera menempuh pendidikan strata satu di Universitas Prof Dr Moestopo, Jurusan Hubungan Internasional. Ia kemudian memperdalam pemahaman politiknya dengan mengambil $2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Vera pun aktif berorganisasi. Sekarang ia tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Suistanable Development Goals (SDGs) Lira dan Sekretaris Jenderal Perempuan Lira. Sejak 2015, Vera diamanahi jabatan Wakil Ketua Komite Tetap Hubungan Kelembagaan dan Regulasi Sektor Dan Migas Bidang Energi dan Migas, KADIN Indonesia. Sebelumnya, periode 2010-2015, Vera menjabat Ketua Komite Tetap Hubungan Kembangan Bidang Infrastruktur KADIN Indonesia.

Dalam pengembangan olah raga nasional, ia sempat mengabdi sebagai Bendahara Badan Futsal Nasional masa bakti 2009-2011.

Kiprah di DPR-RI

Berbekal darah politik keluarga dan pengalaman pribadinya. Srikandi Demokrat ini terkenal kritis. Vera tak sekadar melengkapi persentase keterwakilan perempuan, melainkan berjuang dan bekerja nyata di DPR-RI. Termasuk mengawal kebijakan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPR-RI.

Sebagaimana diketahui pemerintahan SBY, utamanya pada periode pertama 2004-209, intens melakukan reformasi keuangan. Posisi Vera sebagai Anggota Komisi XI DPR-RI menjadi sangat strategis. Komisi XI DPR-RI merupakan komisi yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan, Lembaga Keuangan Non-Bank.

Vera berperan penting untuk memuluskan kebijakan reformasi keuangan pemerintahan SBY di DPR-RI.

Tentu ini bukan pekerjaan gampang. Tak jarang Vera mesti maju ke depan untuk melawan gempuran dari pihak-pihak yang intens mencari-cari celah kekeliruan dari gerakan reformasi keuangan yang digagas SBY Alhamdulillah, tugas pengabdian tersebut dapat diemban Vera dengan baik.

Kontribusi Vera di DPR tertoreh dalam sejumlah produk legislasi, di antaranya: RUU Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RUU Piutang Negara & Piutang Daerah, RUU Asuransi, RUU Perbankan, RUU Perubahan Harga Rupiah, RUU Lalu Lintas Devisa, dan RUU Keuangan Daerah.

Dalam pengabdiannya sebagai wakil rakyat. Vera kerap mendapat amanah untuk melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara. Bahkan ia sempat memimpin Delegasi Group Kerjasama Bilateral DPR-RI ke National Assembly (Parlemen Korea Selatan), dan Delegasi DPR-RI ke Republik Ceko untuk mempelajari Organisasi Otoritas Jasa Keuangan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Bea Masuk. Vera juga diamanahi sebagai Ketua Koordinator Group Kerjasama Bilaterai Korea Selatan.

Semua ini menggambarkan Vera sebagai seorang politikus Partai Demokrat yang memiliki wawasan dan pengalaman mumpuni terkait kebijakan keuangan.

Tak heran, jika selama 3 periode mengemban tugas di DPR, FPD DPRI selalu menugaskan Vera di Komisi XI.

Tunaikan Harapan Rakyat

Di samping itu Vera aktif mengawal Kredit Usaha Rakyat agar tepat sasaran, terutama bagi kalangan petani dan nelayan. Juga memastikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa makin bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di samping itu, Vera juga terkenal kerap mendorong BUMN agar makin berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Selain berpolitik untuk membela hak-hak rakyat. Vera juga kerap melakukan aksi sosial sebagai bagian dari membantu perekonomian rakyat. Semisal bantuan. alat pertanian untuk kalangan petani dan bantuan bagi korban banjir di Karawang.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Vera aktif memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. la menyalurkan 8.000 paket sembako serta membagikan 8 ekor sapi dalam peringatan Idul Adha 1441 H yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Kegigihan ini sukses mengantarkan Vera menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode, sejak periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2019-2024.

(Disalin dan disunting dari Demokrat Newsletter terbitan DPP Partai Demokrat)

Postingan populer dari blog ini

Dr. H. Nanang Samodra, Anggota DPR-RI 4 Periode yang Tenang dan Penuh Data

Kepala BHPP DPP Partai Demokrat Dr. Muhajir: Kami Wajib Memiliki Loyalitas Tanpa Batas

Dormauli Silalahi: Demokrat seperti Rumah Saya