Perjuangkan Partisipasi Politik Perempuan
Ir. Hj. A.P.A. Timo Pangerang (Wakil Sekjen Partai Demokrat)
Ir. Hj. A.P.A. Timo Pangerang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 4 Februari 1966 dari keluarga Andi Pangerang yang merupakan seorang dokter terpandang pada masanya. Dia menempuh seluruh masa studi formalnya di tanah Makassar
Setamat SMA, Andi Timo Pangerang (ATP) kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dan menjadi Juara I mahasiswa teladan Unhas 1987 dan Juara II karya tulis mahasiswa teladan se-Indonesia 1987.
Lulus kuliah, ATP sempat mengabdi sebagai dosen selama satu tahun di almamaternya.
Dari dunia pendidikan, ATP beralih ke dunia keuangan. Kurang lebih 14 tahun, ATP bergelut di dunia perbankan. Terakhir, ATP menjadi pimpinan Cabang Bank Swasta Nasional Devisa di Makassar.
Terjun ke Dunia Politik
Pada 2003, atas ajakan Andi Mallarangeng. ATP terjun ke dunia politik bergabung dengan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK) di Sulawesi Selatan.
Hal ini selaras dengan lahirnya undang undang partai politik yang memberi kesempatan 30% perempuan untuk maju pada Pemilihan Legislatif.
Pada pemilu Legislatif tahun 2004, ATP maju dari daerah pemilihan Bosowa (Bone, Soppeng dan Wajo) dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2004-2009. Pada 2009, ATP menjabat sebagai Pimpinan Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Berbekal dukungan Partai PDK dan permintaan para tokoh masyarakat Palopo, ATP berkompetisi sebagai Calon Wakil Wali Kota Palopo periode 2008-2013. Sayangnya dewi fortuna belum berpihak padanya.
Pada akhir 2008, ATP hijrah ke Partai Demokrat. Dia merasa ada persamaan visi dan misi dengan partai besutan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Bersama Partai Demokrat, ATP mengikuti Pileg 2009. Ibu dari tiga orang anak ini maju untuk daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan Ill yang meliputi Sidenreng Rapang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Pinrang dan Kota Palopo. Dia sukses meraup dukungan signifikan hingga terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014.
Srikandi Demokrat
Ketika mengabdi di DPR, ATP diamanahi sebagai Ketua Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPPRI).
Melalui wadah perjuangan ini, dia kerap menyuarakan pentingnya peningkatan jumlah dan suara perempuan dalam pemilu.
KPPRI mendesak partai politik untuk memfasilitasi keterwakilan caleg perempuan di setiap dapil mulai dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.
Bagi ATP, peningkatan jumlah keterwakilan perempuan di legislatif sangat penting dalam peningkatan eksistensi dan kerangka gagasan politik kaum perempuan sebagai mayoritas penduduk di Indonesia.
Selain KPPRI, ATP menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2011-2015. Juga Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) cabang Makassar masa bakti 2012-2014.
Kiprah ATP yang menjadi suri teladan bagi aktivis perempuan, senafas dengan perjuangan Partai Demokrat.
ATP merupakan Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Demokrat periode 2010-2015.
Menjelang Pemilu 2014, ATP menjadi Bendahara Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.
Kemudian dia ditunjuk sebagai Wasekjen DPP Partai Demokrat pada masa kepemimpinan SBY masa bakti 2015-2020.
Saat ini, ATP kembali dipercaya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Wasekjen DPP Partai Demokrat masa bakti 2020-2025.
(Disalin dan disunting dari Demokrat Newsletter terbitan DPP Partai Demokrat)
