Seimbangkan Karier dengan Aktivitas Sosial


Tatyana Sentani Sutara, S.E., M.Si 
(Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025)

Tatyana Sentani Sutara, terlahir dari pasangan Sutara Martadisastra dan Aida Sutara pada 17 Mei 1963 di daerah Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Sang ayah berprofesi sebagai direktur sebuah perusahaan yg bergerak bidang perikanan dan perkayuan, sedangkan ibunya seorang guru.

Tatyana kecil sudah terbiasa hidup berpindah-pindah kota mengikuti pekerjaan ayahnya.


Begitupun, Tatyana bersekolah sedari SD hingga SMA di St. Theresia, Jakarta. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta. Lalu melanjutkan sampai jenjang S2 di Paramadina Graduate School of Diplomacy.

Sebagai sulung dari dua bersaudara, Tatyana terbiasa mengamati kebiasaan sang ayah yang selalu berbagi cerita soal pekerjaannya. Hal itu memotivasi dirinya untuk menjadi wanita mandiri


Merintis Karier di Dunia Usaha

Saat menunggu jadwal sidang skripsi, tahun 1986, Tatyana yang penasaran dengan dunia kerja memberanikan diri melamar kerja sebagai tim sales kartu kredit American Express (Amex). Tahun 1991, Tatyana hijrah ke Bank Lippo.

Dari dunia perbankan, Tatyana belajar banyak tentang pasar modal. Untuk mendalaminya, ia mengambil Pendidikan Perantara Pedagang Efek (P3E) dan mendapatkan sertifikat di bidang ini.

Tatyana muda sangat menikmati peran barunya sebagai trader di perusahaan pasar modal joint venture milik Jepang dan Indonesia.

Di tahun 1996, Tatyana kembali mengambil keputusan berani dengan berwirausaha di bidang berbeda dengan yang biasa digelutinya, yakni bidang pendidikan.


Hal itu berawal tawaran seorang teman yang menawari konsep pendidikan dengan metode livelong learner, dimana anak-anak dididik  untuk menyukai aktivitas belajar.

Tatyana yang secara pribadi menyukai anak-anak, menyetujui bergabung di High Scope; sekolah bertaraf internasional dan menjadi komisaris dan pemegang sahamnya.

Keputusan berani kembali diambil oleh Tatyana pada tahun 2002 setelah berbincang banyak dengan teman-teman pensiunan PT KAI dan Dinas Perhubungan, ia menerima tawaran salah seorang temannya untuk ikut menjadi pemilik sebuah perusahaan bernama PT Primarail International, sebuah perusahaan di bidang perkeretaapian. Padahal kala itu, bidang ini kurang diminati oleh sebagian investor. 

Tatyana tercatat menduduki posisi CEO PT Primarail International tahun 2010-2017.


Mendorong Kemandirian Wanita Indonesia

Awal pengabdian Tatyana di dunia sosial bermula saat ia aktif di organisasi Lions Club Indonesia. Ayahnya pada tahun 2008 sempat menjabat sebagai  Gubernur Distrik di Lions Club Indonesia. Dari kegiatan sang ayah itulah, Tatyana mengaku mendapatkan contoh bahwa sebagai seorang manusia, agar menyeimbangkan hidupnya melalui kegiatan pengabdian  untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang beruntung.

Tiap kali sang ayah mengadakan kegiatan sosial ke berbagai daerah, Tatyana kerap diajak serta. Dari keikutsertaannya itu pula, lama-kelamaan jiwa sosial mulai tumbuh dalam diri Tatyana. Berbekal pengalaman melihat kondisi warga kurang mampu, tahun 2002, Tatyana bersama rekan-rekannya mendirikan Lions Club Jakarta Cosmopolitan.

Tak henti di sana, Tatyana lantas bergabung dengan Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia).

Organisasi profesi ini didirikan oleh Prof. Kemala Motik dan Dr. Dewi Motik setelah melihat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kaum perempuan Indonesia. Salah satu permasalahan perempuan Indonesia yang menjadi perhatian Tatyana adalah sulitnya kaum perempuan dalam mendaftarkan izin usahanya.


"Iwapi mendorong perempuan agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi dan bertanggung jawab," kata Tatyana.

Kemudian Tatyana mendirikan organisasi Women's Forum For Excellence.

Di WFE Tatyana juga berusaha menggiatkan keterlibatan kaum perempuan dalam kancah politik tanah air, agar menggunakan hak pilih nya secara bijaksana dan bertanggung jawab. la mengingatkan kesetaraan gender benar-benar harus dijalankan dengan baik, dan tidak disepelekan begitu saja.

"Jadi, wanita itu sudah seharusnya memperluas wawasannya walaupun tidak bekerja," ungkap Tatyana. "Dengan meningkatkan kualitas wanita, maka kita akan meningkatkan kualitas generasi mendatang," lanjutnya menjelaskan.


Tak hanya melulu soal perempuan, Tatyana juga memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak, khususnya anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui Yayasan Sampai, pimpinan Ani Yudhoyono.

Di yayasan ini, Tatyana menjadi salah satu pengurusnya yang kerap mengadakan kegiatan dalam membantu biaya pendidikan anak-anak kurang mampu melalui bantuan beasiswa dan bantuan lainnya.

Selain aktif di kegiatan sosial, Tatyana juga ikut berkegiatan di organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Partai Demokrat.


Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 mendatang, Tatyana akan maju sebagai calon anggota DPR-RI Dapil II DKI Jakarta melalui Partai Demokrat. Dapil II DKI Jakarta meliputi daerah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri.

Dengan jejak rekam yang telah teruji dan banyak menjadi motivasi wanita Indonesia lainnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya menunjuk Tatyana Sentani Sutara menjadi Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat periode 2020-2025.**

(Sumber: Wawancara tertulis dengan Tatyana S Sutara dan salinan dari Demokrat Newsletter terbitan DPP Partai Demokrat)

Postingan populer dari blog ini

Dr. H. Nanang Samodra, Anggota DPR-RI 4 Periode yang Tenang dan Penuh Data

Kepala BHPP DPP Partai Demokrat Dr. Muhajir: Kami Wajib Memiliki Loyalitas Tanpa Batas

Dormauli Silalahi: Demokrat seperti Rumah Saya