Srikandi Demokrat Penggerak Ekonomi Perempuan
Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos (Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat)
Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos atau lebih dikenal dengan Ingrid Kansil lahir di Cianjur, Jawa Barat, 9 November 1976. Ingrid, sapaan akrabnya, merupakan sulung dari empat bersaudara anak pasangan Setyabuddy Kansil dan Inne Kansil.
Alumnus Institut Ilmu Sosial dan Ilm Politik (IISIP) Jakarta ini sempat dijuluki dengan ratu iklan di usia mudanya, hal itu dikarenakan banyaknya iklan yang dibintanginya menghiasi layar kaca pertelevisian Indonesia.
Ingrid merupakan keturunan Raja Mangana Kansil, Kabupaten Sitaro. Provinsi Sulawesi Utara. Nenek buyutnya bernama Dorkas Walelangi dan kakek buyutnya merupakan salah satu Raja Siau bernama Andreas Dulage
Pada tahun 2013, Ingrid diberikan gelar Keturunan Raja Mangana Kansil oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro dengan gelar Munthia Simenang Mahenke Nusa.
Ingrid menikah dengan politisi Partai Demokrat Dr. Syarief Hasan, MM, MBA, pada tanggal 26 Juni 1999. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikarunia seorang anak. Ziankha Amorretto Fatimah Syarief.
Terjun ke Dunia Politik
Pada tahun 2009, Ingrid menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat mewakili daerah pemilihan Jawa Barat IV.
Ingrid dipercaya Partai Demokrat masuk dalam Komisi VIII DPR-RI yang membidangi sosial-budaya.
Melalui kursi parlemen, Ingrid aktif menyuarakan hak-hak perempuan. Bahkan Ingrid senatiasa mendorong perempuan Indonesia memanfaatkan kuota perwakilan 30 persen perempuan dalam daftar calon logislatif, sehingga peningkatan partisipasi kaum perempuan dapat dilakukan secara maksimal di dalam seluruh kebijakan yang ada.
Selain itu, selama menjadi anggota dewan Ingrid juga terus menghimbau perempuan-perempuan di Indonesia untuk tidak mudah tergiur untuk bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Menurutnya, program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang digelontorkan pemerintah kala itu bisa menjadi peluang agar perempuan Indonesia berdikari dan mandiri.
Keseriusannya dalam memperjuangkan kemandirian perempuan, Ingrid turut melibatkan para mantan TKW dalam pemberdayaan ekonomi.
Semasa menjadi anggota Komisi VIII DPR RI 2009-2014, Ingrid juga tegas mengenai hak peribadatan. Ingrid mendorong pusat perbelanjaan untuk menyediakan tempat peribadatan yang layak sebagai bentuk pelayanan publik dalam pemenuhan hak beribadah.
Pada tahun 2013, Ingrid mendirikan Majelis Taklim Al-Fatimah di Gedung Serba Guna Kompleks Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata. Pendirian Majelis Taklim ini didasari pada keprihatinannya atas berkembangnya budaya baru dan ketidakseimbangan informasi yang berdampak pada perilaku buruk generasi muda. Melalui Majelis Taklim ini, Ingrid berharap bisa memperkuat pertahanan keluarga, melindungi anak-anak, membentuk karakter perempuan Indonesia agar lebih baik lagi tanpa harus ketinggalan dengan kemajuan zaman.
Meskipun tak lagi menjadi anggota DPR-RI. Ingrid tetap aktif dalam berbagai kegiatan. Ingrid tak hanya aktif dalam program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan salon muslimah. Ingrid yang juga ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PEMI) ini juga aktif dalam kegiatan Yayasan Sahabat Kartini.
Atas keaktifannya menebar inspirasi itu, Rumah produksi film Tujuh Bintang Sinema pada tahun tahun 2015 menobatkan Ingrid sebagai Wanita Inspiratif.
Menurut perempuan berusia 44 tahun ini, kaum hawa berperan penting terhadap kemajuan suatu bangsa. Perempuan mesti mendapat hak yang setara memaksimalkan kemampuan serta peluang di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga politik.
Atas konsistensinya memperjuangkan harkat dan martabat kaum perempuan, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ingrid dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat masa bakti 2020-2025.
(Disalin dari Demokrat Newsletter terbitan DPP Partai Demokrat)
