Postingan

Memahami Lukisan Pak SBY: No Justice, No Peace

Gambar
Oleh: Willem Wandik S. Sos. (Anggota DPR-RI Dapil Papua; Wakil Ketua Umum Partai Demokrat; Plt. Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua) Abstraksi lukisan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di republik ini, menjadi sebuah karya yang sangat berharga.  Lukisan ini menjadi bagian dari refleksi pengalaman/experience beliau melihat "keadilan" dari sudut pandang seorang pemimpin. Lukisan ini juga menjadi semacam pertanda, telah terusiknya keadilan dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Apa yang telah dirasakan oleh Bapak SBY, Presiden RI ke-6, ketika partai yang menjadi asuhannya untuk merawat demokrasi, justru berusaha untuk dihancurkan eksistensinya, bahkan hendak dirampok oleh tangan-tangan kekuasaan yang bercokol di balik Istana Negara, di mana beliau sendiri pernah menjadi penguasa istana. Bahkan penguasa yang di hari ini menggantikannya, mendapatkan karpet merah, tanpa beliau sendiri "ikut cawe-cawe" mempengaruh...

Berpolitik untuk Mengabdi kepada Bangsa

Gambar
Profil Letkol Inf (Purn) Sigit Raditya MIS MA (Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat) Letnan Kolonel Infantri (Purn) Sigit Raditya, M.I.S., M.A. lahir di Tegal pada 16 Mei 1979. Ia merupakan fungsionaris Partai Demokrat yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025 . Sigit Raditya tumbuh dan besar di Kota Tegal, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Sigit ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki istri bernama Farah Astuti Zein serta memiliki 2 (dua) putra. Sigit merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1997. Selulus SMA, Sigit melanjutkan jenjang pendidikannya ke ROTC Norwich University, Amerika Serikat dan lulus di tahun 2000. Di tahun tersebut juga ia lulus sebagai Bachelor of Computer Information System and Corps of Cadet di Norwich University, Amerika Serikat. Di Tahun 2005, saat masih bertugas di Yonif 613/Raja Alam, Sigit mengikuti Sekolah Infanteri di Singleton, Australia. Di tahun 2006-2007 , ia turu...

M. Nawa Said Dimyati, Bersikap Nasionalis-Religius

Gambar
Menjadi legislator bagi Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten M Nawa Said Dimyati (akrab disapa Cak Nawa) merupakan hal luar biasa. Pria kelahiran Pacitan, 31 Maret 1969 tak pernah menyangka bisa terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten. Cak Nawa memiliki keterbatasan dana saat mengikuti pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) 2009. Ayahnya hanya berprofesi sebagai Kepala KUA Kabupaten Pacitan. Namun, berkat perjuangannya merangkul masyarakat, M Nawa Said Dimyati yang akrab disapa Cak Nawa mendapatkan kepercayaan menjadi anggota legislatif, hingga kini. Sebelum sampai di posisi politik saat ini, Cak Nawa sebetulnya sudah lama berkenalan dengan dunia gerakan dan politik. Pengalaman pertama didapatkan saat duduk di bangku SMAN 8 Malang, Jatim. Pada masa yang bertepatan dengan pemerintahan era orde baru itu, kegiatan harinya-harinya sebagai siswa banyak diisi dengan aktivitas sosial. Kecintaannya terhadap dunia pergerakan berlanjut saat duduk di...

Yoyon Sujana, Mantan Kades yang Siap Menuju Senayan

Gambar
Kiprah politik kader Partai Demokrat H. Yoyon Sujana, S.E. layak diacungi jempol. Ia memulai karier politiknya dari bawah, sebagai kepala desa, hingga siap berkompetisi di Pileg 2024, sebagai Bacaleg (Bakal Calon Anggota Legislatif) DPR-RI dari Dapil Banten I (Lebak-Pandeglang). Yoyon Sujana saat ini berprofesi sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Demokrat. Ia telah dua periode berturut-turut menduduki jabatan tersebut yakni periode 2014-2019 dan 2019-2024. Di struktural Partai Demokrat, Yoyon Sujana adalah Wakil Ketua Partai Demokrat Provinsi Banten. Sebelumnya ia menjadi Ketua Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang. Yoyon Sujana memulai karier politiknya sebagai Kepala Desa (Kades) Harapan Karya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Ia menjadi kades di desa tersebut selama 16 tahun. Sesuatu fakta yang menunjukkan betapa dekatnya Yoyon Sujana dengan masyarakat. Ingin memperjuangkan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas, Yoyon Sujana kemudian maju sebagai Caleg DPR...

Ni'matullah, Politisi Senior Sulsel

Gambar
H. Ni'matullah SE, Ak adalah satu politisi senior di Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini Ni'matullah menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat. Sudah tiga periode Ni'matullah menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulsel. Ni'matullah juga menjadi wakil rakyat dari Partai Demokrat yang memperoleh suara terbanyak. Melihat catatan singkat di atas, wajarlah jika saat ini, alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut merasa terpanggil melakukan pengabdian yang lebih luas dengan mencalonkan diri sebagai Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan II. Dapil tersebut meliputi Kabupaten Barru; Bulukumba; Bone; Maros; Pangkajene dan Kepulauan; Sinjai; Soppeng; Wajo serta Kota Parepare. Selain menjadi wakil rakyat di DPRD Sulsel selama tiga periode (2009-2014, 2014-2019, 2019-2024) Ni'matullah juga menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD-PD) Sulsel periode 2017-2022 dan 2022-2027. Ikhwal pencapaiannya tersebut Ni'matu...

Rakyat Ingin Sistem Pemilu Terbuka

Gambar
Gedung Mahkamah Konstitusi (detik) Saya berharap Mahkamah Konstitusi (MK) segera memutuskan bahwa Pemilu 2024 tetap berlangsung dengan sistem proporsional terbuka.  Pernyataan saya ini adalah bentuk dukungan penuh terhadap pernyataan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berharap agar MK tetap melaksanakan Pemilu 2024 dengan sistem proporsional terbuka.  SBY menyampaikan hal tersebut melalui akun Twitternya, Minggu (28/5). UU Sistem Pemilu Terbuka sudah selaras dengan konstitusi negeri ini. Apalagi delapan dari sembilan partai politik (Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, PAN, PPP) di DPR-RI, telah menegaskan mendukung penuh sistem proporsional terbuka dalam Pemilu 2024. Hanya PDI-Perjuangan saja yang mendukung sistem proporsional tertutup. Bagaimanapun para legislator yang duduk di DPR-RI adalah representasi dari suara rakyat. Jika mengacu pada jumlah kursi di parlemen maka PDI-Perjuangan hanya memperoleh 22,26 persen. Itu bisa diartikan sebanya...

Jika Moeldoko Bisa Memimpin Demokrat, Apa WNA Bisa Jadi Presiden?

Gambar
Gedung Mahkamah Agung (foto Tempo) Saya tak lagi aktif sebagai kader Partai Demokrat sejak memutuskan mundur dari struktur di Dewan Pimpinan Pusat pada 1 Desember 2021. Alasannya sederhana saja, saya merasa tidak bertalenta di politik. Begitupun saya tetap mencintai Partai Demokrat. Partai pertama dan akan menjadi partai terakhir saya. Dalam rasa cinta itulah, saya menyimak pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa jangan-jangan kepemimpinan Demokrat akan diambil alih Moeldoko yang saat ini mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Bagi saya, SBY adalah penggagas-pendiri Partai Demokrat.  Bukan kebetulan Demokrat bertanggal lahir 9 September. Itu adalah tanggal lahir SBY di tahun 1949. Bukan tanggal lahir Moeldoko atau Jhoni Allen. Suatu waktu, saya bertanya kepada Steven Rumangkang kenapa pendiri Demokrat berjumlah 99 orang. Steven menjelaskan, 99 pendiri itu melambangkan tanggal lahir SBY: tanggal 9, bulan 9.  Bukan itu saja...